Kontraktor Booth & Perlengkapan Event — Melayani Se-Indonesia
WA: +62 818-422-311
BoothZone
Liputan Pameran & Regulasi ✍️ Ditinjau oleh Bambang Triyono, S.T. 21 Oct 2026 12 menit baca

Standar Konstruksi Booth Pameran di Jogja Expo Center (JEC): Regulasi Hall Bima, Kelistrikan SNI & Logistik DIY

Panduan teknis konstruksi booth pameran di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan: batas tinggi Hall Bima, regulasi kelistrikan PUIL 2020, panggung modular, dan alur loading kontraktor DIY.

Struktur stan pameran modular dan booth custom kayu di dalam Hall Bima Jogja Expo Center (JEC) dengan instalasi lighting truss gantung dan lantai karpet pameran rapi

Ilustrasi: Struktur stan pameran modular dan booth custom kayu di dalam Hall Bima Jogja Expo Center (JEC) dengan instalasi lighting truss gantung dan lantai karpet pameran rapi — dokumentasi Boothzone.

Memasuki kuartal akhir tahun 2026, denyut industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan eskalasi yang sangat dinamis. Berbagai agenda pameran dagang multi-sektor, expo teknologi informasi, pameran kriya wastra nusantara, pameran otomotif, hingga bursa kerja nasional secara bergantian memadati Jogja Expo Center (JEC) yang berlokasi di Jalan Raya Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Sebagai kompleks pameran indoor terbesar di wilayah Jawa bagian selatan dengan luas area indoor mencapai belasan ribu meter persegi, JEC menjadi magnet utama yang mempertemukan ratusan brand multinasional dengan pelaku industri kreatif lokal.

Bagi perusahaan peserta pameran (exhibitor)—baik yang bertolak dari koridor bisnis Jakarta, Surabaya, dan Bandung, maupun pelaku usaha unggulan dari penjuru DIY (seperti Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta)—tampil di arena representatif JEC menuntut pemahaman regulasi teknis yang matang. Fabrikasi stan pameran tidak sekadar mendirikan rangka kayu dan papan banner visual semata. Pihak pengelola gedung (PT Gedung Expo Wira Mandiri) memberlakukan tata tertib ketat yang mencakup ambang batas ketinggian konstruksi, proteksi beban lantai beton bertulang, pembagian sirkuit daya listrik sesuai standar keamanan nasional, hingga SOP logistik saat jendela bongkar-muat (loading-in dan loading-out).

Pelanggaran terhadap regulasi venue di JEC dapat memicu konsekuensi serius, mulai dari teguran tertulis pengawas gedung, pemotongan deposit jaminan kebersihan, pemutusan sepihak pasokan listrik oleh teknisi ME (mechanical-electrical), hingga instruksi perombakan paksa konstruksi stan menjelang gladi bersih. Melalui panduan komprehensif ini, kepala pengawas konstruksi lapangan Boothzone merangkum anatomi teknis Hall Bima JEC, regulasi perakitan stan partisi modular R8 versus paviliun custom, tata kelistrikan berstandar SNI PUIL 2020, serta alur mobilisasi efektif bersama mitra kontraktor booth pameran Jogja berpengalaman.

Ringkasan Regulasi: Batas Tinggi & Beban Stand JEC

Batas maksimal ketinggian booth pameran standar (shell scheme) di Hall Bima Jogja Expo Center adalah 2,5 meter hingga 3,0 meter. Untuk booth custom khusus (island/peninsula), batas ketinggian konstruksi adalah 4,5 hingga 5,0 meter dengan menyisakan jarak bebas minimal 1,5 meter dari rangka atap space-frame baja gedung.

Daya dukung lantai Hall Bima: 2.000 kg/m² | Regulasi Kelistrikan: Wajib panel sub-distribusi ber-RCBO 30 mA (SNI PUIL 2020).

Anatomi Venue JEC: Karakteristik Hall Bima, Lantai Beton & Parit Utilitas

Jogja Expo Center memiliki tata ruang serbaguna dengan pembagian hall utama yang dirancang untuk menampung pameran berskala massal. Memahami karakter struktural tiap sudut venue adalah langkah fundamental sebelum merancang gambar kerja (shop drawing):

1. Bima Hall 1, 2, dan 3 (Area Pameran Terpadu 9.600 m²)

Hall Bima merupakan aula pameran utama tanpa sekat permanen dengan total luasan mencapai 9.600 m² yang mampu menampung ratusan modul stan sekaligus panggung pertunjukan utama. Lantai Bima Hall terbuat dari konstruksi beton cor bertulang (reinforced concrete floor) dengan kapasitas daya dukung beban (floor loading capacity) mencapai 2.000 kg (2 ton) per meter persegi.

Kapasitas lantai yang kokoh ini sangat ideal untuk memamerkan display bermassa berat, seperti unit mobil pada pameran otomotif, mesin percetakan digital skala industri, maupun paviliun kriya bertingkat. Ketinggian plafon bebas (clear ceiling height) Hall Bima mencapai 9 meter pada puncak bentang tengah dan 7 meter di sisi tepi, memberi keleluasaan bagi tim kontraktor untuk merancang menara branding (tower fascia) yang mencolok dari berbagai penjuru lorong pameran.

2. Sistem Parit Utilitas Bawah Lantai (Floor Trench Duct)

Salah satu keunggulan teknis Hall Bima JEC adalah ketersediaan sistem parit utilitas bawah lantai (floor trench) yang terintegrasi di sepanjang grid aula pameran. Di dalam parit tertutup pelat baja ini terdapat jalur kabel pasokan daya utama PLN tiga fasa (3-phase), sambungan air bersih, pipa buangan drainase (untuk stan F&B), serta kabel serat optik telekomunikasi.

Regulasi operasional JEC mewajibkan setiap kontraktor menarik kabel daya dari titik tapping parit terdekat langsung ke panel booth tanpa menyilang terbuka di atas permukaan koridor pejalan kaki. Apabila ada kabel feeder yang terpaksa melintasi jalur sirkulasi pengunjung, kontraktor wajib memasang pelindung kabel berkaret tebal dengan sudut landai (heavy-duty rubber cable protector ramp) demi meniadakan potensi bahaya tersandung (tripping hazard) bagi para pengunjung.

3. Hall Arjuna, Yudhistira, dan Ruang Rapat Pendukung

Selain Hall Bima, JEC dilengkapi aula lantai atas dan sayap samping seperti Hall Yudhistira dan Hall Arjuna yang dialokasikan untuk konferensi pembuka, seminar teknologi, gala dinner, maupun peragaan busana VIP. Ruangan-ruangan ini sebagian dilapisi karpet wol atau lantai granit poles. Pihak pengelola melarang keras penancapan paku, pengeboran baut fischer, atau penempelan isolasi ber-residu perekat kuat pada permukaan lantai aula berkarpet. Seluruh tapak panggung maupun backdrop wajib dilapisi alas proteksi plastik polyolefin, terpal pelindung, serta bantalan karet sebelum perakitan modul dimulai.

Regulasi Konstruksi: Stan Partisi Modular R8 vs. Paviliun Custom Multipleks

Dalam setiap penyelenggaraan ekshibisi di JEC, peserta pameran umumnya terbagi dalam dua kelompok format stan: stan standar sistem modular (standard shell scheme) dan stan khusus rancangan tematik (special design custom pavilion). Masing-masing memiliki parameter teknis yang wajib ditaati:

Spesifikasi Standar Partisi Aluminium R8 Octanorm

Untuk stan klaster UMKM binaan dinas koperasi, pameran buku, maupun stan promosi kampus, sistem partisi aluminium modular R8 Octanorm merupakan pilihan paling efektif dan ekonomis. Karakteristik teknis modul R8 standar yang kami sediakan meliputi:

  • Dimensi Modul: Ukuran baku 3x3 meter (9 m²), 3x2 meter (6 m²), atau 2x2 meter (4 m²) dengan tinggi tiang standar 2,5 meter.
  • Material Profil: Tiang aluminium ekstrusi profil 8 alur (octagonal post 40 mm) dengan balok horizontal (cross beam aluminium 70 mm) yang dihubungkan melalui sistem pengunci internal tension lock baja pegas presisi tinggi.
  • Panel Dinding: Lembaran triplek laminasi melamin putih setebal 3,6 mm yang halus, tahan gores, dan tidak memantulkan silau berlebih di bawah sorot lampu hall.
  • Fascia Header Sign: Papan nama peserta berdimensi tinggi 30 cm x panjang 300 cm berbahan stiker cutting vinyl hitam di atas panel melamin putih yang seragam.

Kelebihan sistem R8 adalah kecepatan perakitan (hanya 20–30 menit per unit booth) dan minim limbah konstruksi. Detail ketersediaan stok ratusan modul dan opsi modifikasinya dapat Anda pelajari di layanan sewa partisi booth R8 Octanorm kami.

Rekayasa Booth Custom Multipleks Knockdown & Larangan Workshop di Lokasi

Bagi brand korporat perbankan, manufaktur otomotif, penyedia perangkat audio-visual, maupun instansi kementerian, stan pameran custom berbahan kayu multipleks menghadirkan representasi visual yang jauh lebih berwibawa. Namun, pengelola Jogja Expo Center menetapkan aturan ketat terkait keselamatan dan kebersihan udara:

  • Larangan Penggergajian Kasar & Serbuk Kayu: Dilarang keras melakukan pemotongan kayu multipleks masif menggunakan circular saw atau pemotongan profil besi di dalam aula pameran ber-AC karena serbuk gergaji dapat mencemari filter sirkulasi pendingin dan mengotori stan peserta lain.
  • Larangan Pengecatan Semprot (Spray Duco): Seluruh proses pengecatan dasar, pendempulan, dan penyemprotan cat duco berbasis tiner kimia wajib diselesaikan tuntas di workshop manufaktur sebelum tiba di venue. Di arena Hall Bima JEC, teknisi hanya diperkenankan melakukan perapian kuas kecil (touch-up water-based paint) pada titik sambungan baut.
  • Sistem Konstruksi Modular Knockdown: Boothzone menerapkan rekayasa rancang-bangun modular berbasis balok kayu meranti 4x6 cm dan multipleks tebal 12–18 mm berkualitas ekspor. Seluruh modul telah difabrikasi dan dirakit uji coba (dry-run testing) di fasilitas workshop kami di Bantul, sehingga saat tiba di JEC, teknisi tinggal mengencangkan baut konektor knockdown, menyambungkan kabel plug-and-play, dan merapikan panel pelapis HPL.

Portofolio proyek nyata pengerjaan stan custom knockdown berpresisi tinggi di JEC dapat Anda saksikan pada ulasan instalasi booth Godox & Saramonic di Jogja Expo Center.

Standar Kelistrikan Pameran Mengacu SNI PUIL 2020 & SNI IEC 60364-7-711

Bahaya kegagalan elektrikal (seperti hubungan arus pendek, panas berlebih pada kabel sambungan, dan beban kejut) adalah risiko fatal nomor satu pada konstruksi pameran sementara. Oleh karena itu, seluruh pekerjaan instalasi kelistrikan yang dieksekusi oleh Boothzone mengacu pada SNI PUIL 2020 Bagian 7-711 (Persyaratan untuk Instalasi Khusus: Lokasi Pameran, Pertunjukan, dan Stan) yang mengadopsi standar internasional SNI IEC 60364-7-711:2014:

1. Kotak Panel Distribusi Mandiri Ber-RCBO 30 mA

Setiap booth custom wajib dilengkapi boks panel distribusi sekunder berbahan pelat logam atau polimer tahan api (flame retardant). Panel ini memuat Miniature Circuit Breaker (MCB) terkalibrasi untuk memisahkan sirkuit penerangan (lighting line) dari sirkuit stop kontak beban daya (socket power line).

Sesuai klausul keselamatan instalasi sementara tempat publik, sirkuit daya wajib dilindungi sakelar pengaman arus bocor tanah berupa Residual Current Breaker with Overcurrent protection (RCBO) atau ELCB dengan ambang batas sensitivitas 30 miliampere (mA). Jika terjadi korsleting akibat tetesan air atau kabel terkelupas tersentuh manusia, aliran listrik akan terputus seketika dalam hitungan milidetik sebelum menimbulkan bahaya sengatan listrik (shock hazard).

2. Kualitas Kabel Berinsulasi Ganda (SNI Tipe NYM / NYY)

Kawat serabut berkulit tipis transparan (kabel audio/kabel speaker murah) dilarang keras digunakan untuk menyuplai daya peralatan listrik pameran. Boothzone secara eksklusif menggunakan kabel tembaga murni berselubung ganda berstandar SNI (tipe NYM untuk instalasi terlindung di dalam rongga partisi dinding, dan tipe NYY tahan benturan untuk jalur bawah lantai). Seluruh sambungan kabel wajib menggunakan terminal blok berinsulasi (screw terminal strip) atau konektor klip cepat WAGO bersertifikasi, meniadakan sambungan pelintir lakban manual yang rentan memicu bunga api percikan listrik.

3. Pasokan Daya Cadangan Genset Silent untuk Pameran Strategis

Meskipun suplai daya utama Hall Bima JEC ditopang oleh gardu distribusi PLN berkapasitas besar, beberapa perhelatan berskala nasional—seperti pameran perbankan yang mengoperasikan server transaksi perbankan digital, videotron panggung utama, dan pameran mobil listrik (EV) yang mendemonstrasikan stasiun fast charging—memerlukan pasokan daya bebas kedip (zero-dip continuous power). Untuk mitigasi kendala drop tegangan saat beban puncak pameran, kami menyiagakan unit genset silent berkanopi kedap suara (kebisingan di bawah 65 dB) yang diposisikan rapi di area parkir luar Hall Bima JEC. Spesifikasi unit genset dapat Anda tinjau pada halaman sewa genset silent event pameran.

Rekayasa Panggung Modular & Rigging Lighting Truss (Pedoman K3 Konstruksi)

Banyak pameran di Jogja Expo Center menyatukan zona booth ekshibisi dengan panggung seremonial, arena peluncuran produk baru, seminar interaktif, hingga peragaan busana wastra batik modern. Eksekusi panggung dan rigging gantung di JEC harus mematuhi standar keselamatan kerja konstruksi:

Stabilitas Platform Panggung & Kapasitas Beban Dinamis

Panggung yang bergetar atau goyang saat diinjak pembicara dan model akan merusak citra profesional penyelenggara acara. Modul panggung yang kami rakit di JEC menggunakan rangka hollow baja galvanis 40x40 mm dengan ketebalan 1,8 mm atau sistem aluminium modular interlocking 1x2 meter dan 2x2 meter. Ketinggian kaki panggung dapat disesuaikan (adjustable screw jack) mulai dari 40 cm, 60 cm, hingga 100 cm untuk mengantisipasi ketidakrataan elevasi lantai.

Permukaan panggung ditutup lembaran multipleks meranti tebal 18 mm berusuk penopang rapat (jarak antar-tulang maksimal 40 cm), menghasilkan kapasitas beban dinamis (dynamic impact load) minimal 450 kg per meter persegi. Permukaan panggung kemudian dilapisi karpet buana tebal baru atau panel melamin glossy putih tanpa kerutan. Detail paket modul panggung dapat dipelajari di halaman sewa panggung modular pameran.

Rigging Truss Aluminium & Kepatuhan Beban Angkat K3

Untuk stan island besar yang membutuhkan bentangan lampu sorot gantung (overhead lighting) atau penahan layar LED videotron, Boothzone menggunakan rangka aluminium box truss 40x40 cm berstandar paduan aluminium struktural EN AW-6082 T6. Konstruksi rigging mengacu pada pedoman keselamatan kerja Permenakertrans No. 05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut:

  • Ground Support Mandiri 4 Tiang: Di dalam Hall Bima JEC, metode paling aman dan disukai pengelola gedung adalah struktur penyangga mandiri (ground support truss tower) dengan pelat alas baja pemberat (baseplate ballast) berbobot minimal 80 kg per tiang agar tidak membebani struktur atap space-frame venue.
  • Pengaman Ganda (Secondary Safety Steel Cable): Setiap fixture lampu moving head, profile spot, dan par LED yang terpasang pada batangan truss wajib dilengkapi pengunci ganda berupa klem baut baja coupler dan kawat seling pengaman sekunder (safety steel wire rope). Hal ini menjamin lampu tidak akan jatuh menimpa pengunjung seandainya klem utama mengalami keausan mekanik.
  • Lampu High-CRI untuk Kemurnian Display: Produk unggulan pameran di Yogyakarta—seperti kain batik tulis khas Giriloyo Bantul, perhiasan perak bakar Kotagede, serta kerajinan kulit Manding—memerlukan tata cahaya dengan indeks reproduksi warna (CRI) di atas 95 bersuhu warna 5.600 Kelvin (daylight balanced) agar gradasi warna produk tampil autentik di mata pengunjung maupun lensa kamera liputan. Pilihan lighting dapat Anda konsultasikan via layanan sewa lighting pameran dan panggung.

Tabel Komparasi Spesifikasi Stan Pameran di Jogja Expo Center

Untuk mempermudah exhibitor mengalokasikan anggaran dan memilih konsep stan yang tepat sesuai target pameran di JEC, berikut tabel komparasi parameter teknis tiga kategori stan pameran terpopuler:

Parameter Teknis Shell Scheme R8 (Standar) Custom Wood Pavilion (Mid) Island Grand Booth (VIP)
Dimensi Umum 3x3 m (9 m²) / 3x2 m (6 m²) 6x3 m (18 m²) / 6x6 m (36 m²) 6x12 m (72 m²) hingga 100+ m²
Batas Ketinggian 2,50 meter (maksimal) 3,50 – 4,00 meter 4,50 – 5,00 meter (tower penanda)
Material Utama Profil Aluminium R8 & Melamin Rangka Kaso & Multipleks HPL Baja Hollow, Multipleks Duco & Akrilik
Sistem Lantai Karpet needle-punch standar JEC Raised platform kayu 5 cm + Karpet Raised floor 10 cm + Glass/Wood Vinyl + LED
Alokasi Daya Listrik 2 Ampere (440 Watt) 1 fasa 6 – 10 Ampere (1.300 – 2.200 W) 16 – 32 Ampere (3-phase 10.000+ W)
Durasi Loading-in 2 – 4 jam sebelum gladi 12 – 18 jam (H-1 pembukaan) 24 – 36 jam (H-2 hingga H-1)
Kesesuaian Event Bazaar buku, kriya UMKM, job fair Stan instansi BUMN, properti, kampus Brand otomotif, fintech, electronic expo

Alur Logistik Loading Dock JEC & Koridor Mobilitas DIY

Salah satu faktor penentu kesuksesan eksekusi stan di Jogja Expo Center adalah kepatuhan terhadap manajemen rantai pasok dan logistik venue. Lokasi JEC di Banguntapan, Bantul memiliki karakteristik aksesibilitas tersendiri yang wajib diantisipasi:

1. Akses Pintu Loading Dock Barat dan Timur

Bima Hall JEC memiliki dua gerbang loading utama: Pintu Dock Barat (akses dekat pintu masuk utama dan jalur Ring Road Timur) serta Pintu Dock Timur (akses parkir belakang yang luas untuk manuver armada truk besar seperti CDD dan Fuso). Seluruh armada logistik kontraktor wajib mengantongi surat izin masuk (loading pass) resmi dari sekretariat panitia penyelenggara.

Kru teknisi diwajibkan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar K3 sesuai Permenaker No. 08/MEN/VII/2010, meliputi rompi visibilitas tinggi (safety vest), sepatu keselamatan ujung baja (safety shoes), dan helm pelindung saat aktivitas penurunan kargo berlangsung.

2. Keunggulan Strategis Workshop Mandiri di Jl. Wonosari KM 12

Kendala terbesar yang kerap dialami vendor luar kota saat mengerjakan proyek pameran di JEC adalah keterlambatan armada truk akibat kemacetan lintas provinsi atau ketiadaan bengkel darurat saat terjadi perubahan desain mendadak di lokasi pameran.

Dalam konteks ini, Boothzone memiliki keunggulan kompetitif geografis yang nyata. Fasilitas workshop produksi utama kami berlokasi di Jalan Wonosari KM 12, Srimulyo, Piyungan, Bantul, D.I. Yogyakarta—hanya berjarak sekitar 7,5 kilometer (±15 hingga 20 menit waktu tempuh armada) menuju Jogja Expo Center via Jalan Raya Wonosari dan Ring Road Timur Banguntapan.

Posisi strategis ini memungkinkan koordinasi logistik yang sangat gesit. Jika klien membutuhkan penambahan rak display produk, pengelasan struktur braket layar TV ekstra, penggantian modul akrilik cadangan, atau perlengkapan furnitur tambahan dari koridor Sleman (Depok, Gejayan, Mlati, Gamping) dan Bantul (Sewon, Kasihan), armada logistik kami dapat memobilisasinya ke JEC dalam hitungan menit tanpa mengganggu jadwal pembukaan pameran.

3. Izin Kerja Begalan & Prosedur Pengembalian Deposit

Sebelum memulai perakitan fisik di hall, kontraktor resmi wajib mengurus izin kerja konstruksi (begalan) kepada manajemen operasional gedung. Persyaratan administratif meliputi penyerahan denah tata letak berskala (layout plan), gambar tampak potongan dan ketinggian, diagram elektrikal beban watt terpasang, serta bukti pembayaran deposit jaminan kebersihan gedung.

Setelah pameran berakhir (fase pembongkaran / dismantling), tim kami memastikan seluruh serpihan lakban, sampah karpet sisa, dan partisi stan dibersihkan tuntas hingga lantai Bima Hall kembali ke kondisi semula, sehingga deposit jaminan gedung klien cair 100% tanpa potongan denda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) Seputar Pameran di JEC

Q1: Kapan waktu resmi untuk memulai perakitan (loading-in) stan pameran di JEC?

Jadwal build-up resmi ditentukan oleh panitia penyelenggara pameran berkoordinasi dengan pengelola gedung JEC. Untuk pameran skala besar di Hall Bima, loading-in umumnya dibuka sejak H-2 pukul 08.00 WIB untuk kontraktor stan custom, dan H-1 untuk stan partisi modular R8. Seluruh pengerjaan wajib selesai sebelum gladi bersih (briefing) pukul 22.00 WIB pada malam menjelang pembukaan.

Q2: Apakah diperbolehkan menggantung struktur booth ke rangka atap space-frame JEC?

Penggantungan beban rigging langsung ke space-frame atap JEC (hanging rigging) hanya diperkenankan setelah memperoleh persetujuan tertulis dari tim insinyur gedung dan panitia resmi, dengan batas titik beban maksimal serta perhitungan sertifikasi beban resmi. Namun, untuk efisiensi dan keamanan, kontraktor profesional umumnya merekomendasikan sistem ground support truss mandiri 4 tiang yang bertumpu pada pelat baja dasar di atas lantai beton bertulang.

Q3: Bagaimana jika kebutuhan daya listrik stan melebihi jatah paket standar?

Peserta pameran dapat mengajukan permohonan penambahan daya listrik ekstra (extra power tapping) kepada panitia atau pengelola gedung sebelum batas tenggat formulir teknis. Penambahan daya akan dialirkan melalui parit utilitas (floor trench) terdekat menuju panel sub-distribusi booth Anda. Untuk stan dengan beban mesin atau videotron intensif, Boothzone juga dapat menyediakan unit genset silent cadangan tersinkronisasi.

Kesimpulan & Rekomendasi Eksekusi Bersama Boothzone

Membangun stan pameran di Jogja Expo Center (JEC) merupakan investasi strategis untuk meningkatkan citra brand, menjaring prospek mitra dagang B2B, dan memperluas pangsa pasar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Keberhasilan partisipasi pameran Anda sangat ditentukan oleh pemilihan kontraktor yang tidak hanya piawai merancang visual 3D yang estetik, tetapi juga menguasai seluk-beluk regulasi teknis Hall Bima, kepatuhan K3, dan tata kelistrikan aman berstandar SNI PUIL 2020.

Di bawah pengawasan teknis Bambang Triyono, S.T. dan didukung fasilitas workshop mandiri yang berjarak sangat dekat di Jl. Wonosari KM 12 Piyungan Bantul, Boothzone siap menjadi mitra terpercaya kesuksesan ekshibisi Anda. Konsultasikan kebutuhan stan Anda melalui sewa booth pameran Jogja atau hubungi langsung tim teknis Boothzone untuk mendapatkan penawaran RAB transparan dan visualisasi desain 3D gratis tanpa komitmen.

Bambang Triyono ST - Kepala Pengawas Teknis Boothzone

Bambang Triyono, S.T.

Kepala Produksi & Pengawas Lapangan Boothzone

Profil Tim & Workshop →

Praktisi rekayasa stan pameran dengan pengalaman 14+ tahun mengawal kepatuhan regulasi Hall Manual dan perizinan konstruksi di ICE BSD, JIExpo Kemayoran, JEC, dan venue konvensi akbar nasional.

Siap Tampil Beda di Pameran Berikutnya?

Konsultasikan konsep booth Anda bersama tim spesialis kami. Desain 3D gratis, estimasi transparan, dan tim pasang siap standby.

Minta Penawaran via WA